Senin, 30 Juni 2014

:)

       Awalnya aku memang berfikir bahwa masa putih abu-abu itu tak seindah masa putih biru ku.. Tapi ternyata aku salah, aku salah kalau masa putih abu-abu itu tak indah, tak menyenangkan. Karena setelah melaluinya, aku baru sadar kalau semua itu ada masanya, semua yang kita lalui ada waktunya tersendiri. Semua yang telah kita lalui pasti punya kenangan dan ceritanya masing-masing. Ada yang manis , pahit , bahkan asam.
     Semua itu harus kita lewati karena sang empunya skenario telah menggoreskan jalan hidup kita masing-masing. Dan pastinya Dia telah menyiapkan rencana yang indah. Takkan ada kesedihan yang tanpa obatnya, karena setelah itu pasti ada kesukaan yang luar biasa, begitupun sebaliknya, takkan ada kesukaan yang abadi karena pasti akan ada kesedihan untuk menguji kita. Bukan dalam arti yang negatif tapi selalu dalam hal positif. Semua itu untuk mendewasakan kita , bagaimana kita harus bersikap dalam ujian itu..
    Kalau mau naik tingkat harus ujian dulu jugak kan? :)


     Huft,, sekarang udah naik kekelas 3. Rasanya, sang waktu itu cepat sekali berputar. Sepertinya baru kemarin, aku datang ke SMA, mengambil formulir untuk mendaftar SMA berdesak-desakan dengan ratusan orang yang ingin mendaftarkan putra-putrinya pula.
Bersorak gembira waktu pengumuman hasil penerimaan murid baru menyebutkan bahwa kami diterima di SMA itu.. Tapi, itu dua tahun yang lalu. Saat aku masih berseragam putih biru mencoba beradaptasi di lingkungan putih abu-abu. Ikut MOS yang lumayan menyusahkan, berbaur dengan teman baru,, dan segala tetek bengek urusan murid baru. Akhirnya aku masuk ke kelas X3 dimana mayoritas beragama Islam dan aku satu-satunya non yang harus survive di kelas tersebut. Sebagai murid baru, otomatis aku berusaha menyibukkan diri dengan segala kegiatan ataupun ekstrakurikuler yang ada. Itu membuat aku lebih mudah beradaptasi di lingkungan SMA. Tapi resikonya yang pulang sore. Kelas X terlewati tanpa ada sesuatu yang membuatku merasa bangga jadi anak putih abu-abu karena aku masih berfikir bahwa masa putih biru itu jauh lebih menyenangkan.
     Naik ke kelas XI, berpisah dengan teman lama di kelas X , harus berbaur lagi. Huft hal yang sangat ku benci harus bersosialisasi lagi... Tapi ternyata lebih mudah bersosialisasi dikelas XI ini,, mungkin karena aku sering ikut kegiatan di sekolah. Setengah semester berlalu,, aku mulai merasa nyaman dan mulai melupakan masa-masa putih biru.
Tibalah di semester akhir, sekarang aku benar-benar merasa bahwa masa putih abu-abu itu indah, masa putih abu-abu itu menyenangkan dengan segala pengalaman dan kenangan yang telah tercipta di SMA ini.. Rasanya masih gk rela kalau udah harus sibuk dengan kelas XII dengan segala lesnya, tambahan jam pelajaran, pusing memikirkan UN, apalah itu. Rasanya gk relaaa :(

Jadi yakinlah kawan,, mungkin sekarang kamu belum menemukan apa yang membuatmu menjadi nyaman. Tapi aku percaya itu hanyalah masalah waktu. 

"KARENA SEGALA SESUATU YANG INDAH ITU BUTUH PROSES"